When Aquarius Girl Cries...

3:17 PM

Pagi ini, harusnya gue disibukkan untuk ngerapiin draft Bab 2 Skripsi dan interview guide yang mau gue ajuin ke Dosen Pembimbing. Tapi rasa-rasanya pikiran gue nggak fokus kesana, jadilah gue ke blog ini.

Dalam sebulan terakhir, gue dihadapkan dengan banyak pilihan yang sebenernya antara yakin nggak yakin juga gue ambil. Walaupun nggak kelihatan di luar tapi pikiran semrawut.

Selama ini, ketika gue bingung ya udah mikirnya 

"Jalanin aja dulu..."

"Ah.. ntar lah gampang.." 

Tapi di problem yang kali ini nggak bisa di-mindset begitu. So, I got the opportunity to work even I haven't graduated yet, but the problems are.... I still arrange my mini thesis and I have to work on weekday. So couldn't meet my lecture easily. I get the permission to meet my lecture but.. (hmmm, how to say "sungkan" in english?) 

I am glad to join the company. But, I am afraid. 

"Gimana kalau skripsi gak kelar-kelar?"

"Gimana kalau tiba-tiba gue diberhentikan karena kebanyakan minta izin?"

Dan kemarin.. Ketika sudah diputuskan untuk gue sekalian pindahan *Gak tinggal di Semarang lagi* gue jadi semakin sedih..... Takut...

"Apakah keputusanku benar?"

"Apakah semuanya akan baik-baik saja?"

"Akankah sesuai rencana..?"

I ask those question to myself, dengan air mata yang mengambang. Dan.. tiba-tiba pecah karena sebuah kalimat....

"Kayaknya baru kemarin Bapak nganterin kamu, Nduk pindahan ke Semarang.. Ya Allah anakku dah gedhe, udah kerja lagi. Alhamdulillah..."

You wouldn't expect Aquarius girl to cry over a sentence, But I did. So I hugged him, and told him. How "semrawut" my mind is. How afraid I am.

"Bapak, saat ini aku mengambil jalan lain yang tidak biasa, ketika teman-temanku fokus mengerjakan tugas akhirnya, aku harus membagi dua waktuku dan kepalaku untuk bekerja dan menyelesaikan tugas akhir. Aku tidak tahu bagaimana akhirnya, tapi Bapak harus berjanji untuk membantuku jangan melepaskanku.."

"Bapak sudah nggak bisa mengandalkan kepandaian, kamu pun begitu Nduk. Wong pinter ki akeh, akeh banget, tapi wong sing sregep donga lan iling Gusti Allah ki sitik. Kuwi sing iso dicagerke. Makanya berdoa,berdoa. Urusanmu ini sama manusia siapa lagi yang bisa memudahkan kalau bukan Allah.. Lha Mbak Mita yen ditakoki wes solat rung, wes ngaji rung kok selalu sensitif.."

"Lha Bapak tanya seolah aku anak kecil yang nggak bakal solat dan ngaji kalau tidak diingatkan."

"Bapak kan mung ngelingke.."

"Bapak balik saka Masjid kan suwi ya aku wes bar solat ngaji lah.."

"Makane suwi kuwi nggo ndongake Mbak Mita barang to...."

How could I hold back my tear... So, I hugged him tighter. Still, with simply words He calmed me down. And I realize, I could'nt ask for more, 'cause my Dad is the best thing I ever have.

- Rasa-rasanya, sore ini sungguh diciptakan untuk susah menahan tangis. 



You Might Also Like

2 comments

  1. Option is not that easy sometimes. We have to be brave to choose. We grow every single day and change also. I think that is the one step higher for your life. Good luck.

    Btw, kowe ning KPU dadi pegawai opo? Tetap opo kontrak?

    ReplyDelete

Subscribe