Menjelajah Sluke dari Bukit Hingga ke Pantai

11:47 PM

Seperti biasa proyekan survey anak politik datang lagi. Selain dapet honor yang lumayan buat anak kosan macam gue, ikut survey-survey kayak gini juga bisa sebagai jalan melepas penat alias wisata. Yaa.. menyelam sambil minum air. Apalagi ketika survey gue diwajibin buat ketemu dan membaur langsung sama warganya. Selalu ada cerita baru sepulang survey. 

Kali ini ada survey tentang Pengetahuan masyarakat mengenai Partai Politik, sampel diambil di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Tim dibagi menjadi beberapa dan gue kebagian di Rembang, daerah gue sendiri. Sebenernya nggak terlalu wow sih soalnya yah.. apa yang mau dicari lawong wong Rembang dewe. Tapi pandangan gue berubah seketika setelah datang ke daerah Sluke, daerah tempat gue survey, ada tiga desa yaitu Jatisari, Sluke, dan Sanetan.

Untuk desa pertama Desa Sanetan merupakan Desa dibalik bukit di daerah Sluke. Waktu berangkat izin ke Nyokap udah ketar ketir sendiri "Mbak yakin mau berangkat sendiri? Tinggi loh! Bahaya SUMPAHHHHH!!!" yah.. as you know my mom is hyperprotective.


Setelah tanya sama Bapak-bapak Gojek.. eh ojek *mimpi* gue diarahin ke suatu jalan nanjak yang sepi dan berbelok-belok, nggak begitu lama sih, mungkin cuma lima belas menit udah ada plang, banner tulisan Desa Sanetan.


Di Desa ini ternyata ada lokasi apa ya namanya.. semacam galian pasir bangunan, sebenernya penasaran tapi waktu nggak memenuhi untuk menjawab rasa penasaran gue.




Daaannn.. baca-baca nih Desa Sanetan merupakan salah satu Desa Layak Anak yang menerapkan program KB yang baik dan jadi percontohan juga untuk desa-desa lain.

wall art di salah satu rumah warga yang artinya "Apa yang dilakukan anak akan berimbas ke Bapaknya, dan jika Bapaknya yang berulah maka anak akan bertambah"
Di hari keduaaa, gue survey di daerah pesisir yaitu Desa Jatisari dan Desa Sluke. Mayoritas penduduk di kedua desa tersebut merupakan nelayan. Ketika sore hari banyak warga di depan rumah merapikan jaring-jaringnya atau sekedar berkumpul dengan warga lainnya. Banyak juga Ibu-ibu yang 'petan' (read:mencari uban). 

Nggak mau menyia-nyiakan kesempatan, setelah selesai survey gue langsung cusss ke Pantai Jatisari, salah satu pantai di Desa Jatisari. Biaya masuk pantai ini cukup murah cuma Rp 2.000,00 



Pantai ini bersih... dan ombaknya juga tenang. Cocok sebagai tempat pelepas penat. Tapi sayang banget, sampai sekarang menurut gue promosi untuk pantai Jatisari ini masih kurang jadi kondisinya masih sepi. Padahal, jika mau berjalan ke arah timur sedikit, kalian bakal nemuin bebatuan yang epic banget! Nggak berlebihan kalau gue bilang ini Pantai adalah Tanah Lotnya Rembang!



Lokasi pantai Jatisari berada di Desa Sluke kalau dari jalur Pantura akan terlihat di utara jalan. So... kalau kalian lagi perjalan Surabaya-Semarang atau sebaliknya dan kelelahan, penat, butuh yang seger-seger di mata dan di hati... Bisaaa... banget buat mampir Pantai Jatisari.



Pengalaman survey ini memberi gue pelajaran bahwa Rembang itu nggak cuma sekitar rumah gue dan sebagian daerah itu-itu aja yang sering gue kunjungi. Rembang itu luas guys! Dari segi geografis maupun budayanya. Dari Budaya Cina, Islam, hingga Jawa. Dari Masyarakatnya yang petani sampai Nelayan. Dari kultur masyarakat nelayan di Jatisari dan Sluke sampai orang-orang santri di Sanetan. Banyak hal yang ternyata nggak gue kenali dari daerah gue sendiri, yang sebenernya bikin gue malu kalau mau teriak-teriak sebagai orang Rembang tapi nggak begitu kenal Rembang. So guys! Kalau kalian wong Rembang yuk explore Rembang, kenali daerahnya, kultur masyarakatnya dan hal-hal lain yang memang cuma ada di daerah tersebut.





strike a selfie behind those lovey dovey couple *hiks.

Udah puas lihat foto-fotonya? Jadi kapan mau kesini?

You Might Also Like

0 comments

Subscribe